yang pertama, ikhwan berkomentar, "wah, akhwat ini sudah tampak kurang ni 'keakhwatannya'" sambil menjelaskan karena tanpa sengaja dalam sebuah pertemuan syuro yang amat ammah melihat sang akhwat yang notebene sudah lulus, tidak lagi mengenakan manset 'standar' yang biasa.
Terus, seorang akhwat berbicara dalam sebuah perbincangan ringan perjodohan berkomentar tentang adiknya yang enggan mengenakan rok dan memilih memakai celana panjang, dan menyampaikan juga bahwa sebenarnya adiknya ingin mengenakan rok (supaya terlepas dari anggapan gak feminim) tapi tidak yang berwarna hitam karena tidak ingin tampak seperti bu guru.
Malam ini pun, saya berjumpa dengan seorang akhwat yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, dalam pertemuan kepanitiaan. Dan juga ternyata, sang akhwat dengan cukup percaya dirinya tidak menggunakan kaus kaki, ya.. walaupun memang sekali lagi roknya pun panjang terjulur hingga ketanah...
Jadilah saya hari mulai berpikir, ada apa sebenarnya dengan (para) akhawat yang kelak akan menjadi al-zawaj para mujahid dakwah dan pencetak mujahid-mujahid masa depan dalam bingkai pernikahan.
Bukankah, mereka sudah cukup tahu tentang perintah 'hijab' secara pembahasaan ataupun lebih mendalam secara hakikat. Adalah benar Hijab tidaklah terbatas pada hijab fisik, tapi hijab secara utuh yang meliputi segala penampilan kewanitaannya. Tapi, setidaknya bagaimana dia mampu lebih menjamin kehijaban 'hati' terdalamnya, jika secara fisiknya pun belum mampu untuk dibentengi (hijab).. yang mungkin akan membangkitkan orang-orang yang didalamnya berpenyakit hati.
Penampilankah, cara berbicarakah, bahasa tubuhnya kah...
Ataupun yang manapun bagian itu... Untuk para akhawati, jagalah itu..
Janganlah kita kemudian membuat sebuah standarisasi kecontohan yang jauh lebih buruk bagi para pejuang-pejuang dakwah mendatang. Bukankah, dulu, sebelumnya kita telah mendapatkan sebuah keteladanan yang baik.. Tapi, hari ini jangan-jangan kita telah meletakkan sebuah landasan kerusakan masa depan dakwah..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang dianggap Allah swt sebagai barisan orang-orang yang meruntuhkan dakwah itu sendiri, meski kita berada didalamnya.
PS:Tentang rok, ana cuma menyarankan bagi para akhwat, gunakanlah rok yang berpredikat baik, secara bentuk, bahan, hingga warnanya sekalipun. Jangan gunakan rok berwarna putih, di siang hari misalnya dan tanpa memakai pakaian dalam pelapis.. karena sinar matahari akan menyebabkan rok yang antunna pakai PASTI akan 'menerawang'...
Ini sebuah saran, dan masukan dari seorang saudara yang katanya dimintai tolong untuk saling menasihati.. Ana pingin antunn bisa lebih menjaga diri antum sendiri sebelum kemudian hari ini meminta kami para ikhwan untuk menjaga kalian sebagai seorang saudara... seiman...
Maaf kalau ada yang merasa tersinggung dalam opini ini..
WaLLahu 'alam bish shawab.
1 komentar:
ya Allah jagalah pemuda-pemudi islam...
Ayo perbaiki diri... :)
Posting Komentar