"Ya ayyuhaladzii na amanuudhkhulu fi silmi kaffah.. wala tatabi'u khutuwatii syaithon.. Innahu lakum adduwumubin.." (Al-Baqarah..)
Seorang muslim, ternyata memang harus total...
Ingatkah kita tentang histori Islam, yang hari ini kita anut. Dahulu, di zaman rasul dan para sahabat, masa terbaik ummat ini.. Ada satu sisi kehidupan yang kita yang mungkin terlupakan.. ke-syumuliyah-an mereka dalam hidup berislam. Keseimbangan mereka dalam hidup yang tak sekedar hidup. Hidup mereka tidak semata untuk Akhirat saja, tapi juga untuk dunia ini. Tak sekedar untuk keridhoan Allah, tapi juga kemaslahatan bi'ah (lingkungan) mereka juga. Ingatkah kita, mereka memang hidup sederhana. Tapi, Rasul dan para shahabat bukanlah orang miskin, bukan pula orang yang lemah, tidak juga orang yang sakit-sakitan.
RasuluLlah Muhammad, tercatat dan diakui dunia hari ini sebagai orang paling sehat sepanjang masa. Sepanjang hayatnya, rasul hanya mengalami beberapa kali sakit ringan. Sakit ringan!! RasuluLlah tercatat sebagai orang kaya? Bagaimana tidak kaya, pada umur 25 tahun (dalam hijriah, setara 24th masehi) telah melamar seorang mar'ah dengan mahar (yang kalo dirupiahkan hari ini) setara 1/2 sampai 1 miliar rupiah. RasuluLlah, juga tercatat orang yang tidak lemah sebagai seorang petarung. RasuluLlah memang pernah bersabda supaya kita unggul dan menguasai renang, memanah dan berkuda. Tapi, bukan berarti beliau tidak mampu bergulat!! Beliau selalu piawai menaklukkan lawannya dalam setiap pergulatan. Entah itu latihan bersama sahabatnya (sekelas Umar yang ex-premannya Mekkah lagi kuat), bahkan dalam tantangan dakwah. Seperti dalam sirohnya terkait tantangan Yahudi berbadan besar yang hanya mau mengakui keislamannya jika dan hanya jika Rasul mampu mengalahkannya dalam pergulatan.
Sekarang kita, ummatnya? Kita sakit-sakitan!! Kita kaya? ternyata tidak? Kita kuat?! Juga tidak.. Jadi dimana izzah kita sebagai seorang muslim, yang katanya pengikut setia RasuluLlah.. Selalu mengklaim/setidaknya mengaku menjalankan sunnah2 beliau.. Dimana kita berada, ikhwatifillah sekalian??
Seseorang pernah berkata pada saya, terkait masalah-masalah umum kehidupan yang 'telah' Islam berikan solusinya... Yaa.. benar, Al islamu ya'lu wa la yu'la alaih (al-islam itu tinggi, dan tiada yang lebih tinggi dari islam itu sendiri)... So... dimana izzah kita sebagai seorang muslim yang pingin masuk Jannah yang tinggi, tapi tak pernah berusaha..
Dalam islam, kita sudah dikenalkan.. Bahkan dalam bahasa saya sehari-harinya, sering saya berkata dalam berbagai konteks... "Sesungguhnya Allah dan Rasulnya berkata, seluruh ummatku (ummat muhammad) pasti masuk surga!! Kecuali yang enggan (alias gak mau). Nah, gitu juga dalam aspek keteladanan2 yang terlupakan tadi. Dalam masalah harta, >> Seluruhnya ummat ku orang kaya, kecuali yang enggan (kaya).. Qona'ah dan zuhd bukanlah hal yang sama dengan kata-kata MISKIN!! Agar kita tidak mencari-cari alasan atas lemahnya diri kita hari ini dan kedepan!! Ingat itu!! Juga dengan masalah kesehatan dan kesiapan fisik kita.. Berlaku hal yang sama..
Sekarang... Dimana kita, ya saudaraku... Aina Izzati hadzihiddiin!! Minal aina, tsumma ila aina tadzhabun??
Seorang Muslim, dizaman rasuluLLah hingga tabi'ut tabi'in (salaful shalih).., adalah muslim yang utuh dan utuh. Dahulu dikenal, muslim seluruhnya tangguh. Tidak ada pemisahan antara warga sipil dan militer. Warga sipil ya pastinya juga seorang muslim petarung tangguh. Konsep ini, malah diterapkan oleh negara-negara sekuler (terutama lingkar negara Yahudi-Zionis), mereka mempersiapkan seluruh warganya untuk paham dasar kemiliteran dalam program Wajib militer. Dengan masa wamil rata-rata 5 tahun. Sedangkan kita, Indonesia? Negara muslim terbesar seantero jagat?
Kita harus sadar akhi, ternyata kelak.. Kita sendirilah yang harus membela izzah kita kelak. Bukan orang lain, bangsa lain, ataupun dari agama lain. Kita yang akan membela Izzah Allah dan Rasul-Nya di hari-hari yang telah ditentukan... Mari berjuang akhi, kita perhebat semangat kita untuk menjadi seorang Mukmin sejati!! Takutkah kita akan pahitnya dunia? Jerakah kita akan tajamnya duri yang menghantam seperti gelombang tak kunjung usai? Habiskah semangat kita akibat masalah-masalah pribadi yang hanya perlu ketegasan untuk dituntaskan!! Dimanakah kita akan mengakhiri masa uji manusia kita, ikhwatifillah!!
Bukankah segala puji hanya bagi Allah, yang telah menjadikan mati dan hidup, sebagai sarana ujiannya diantara kita, agar diketahui diantara kita yang lebih baik amal perbuatannya?? (Mengacu: Al-Mulk:2)..
Hayya... Hayyaa.. biil jihad!! Hayya bil Jihad!!
Allahuakbar!!
Semoga jadi perenungan bersama!! Minimal untuk diri pribadi ini!! Amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar