Pada hari kedua lebaran, minggu 2 pekan yang lalu, saya menyempatkan tuk silahturahiim... rencana ke beberapa dosen dan teman..
Nah.. rangkaian cerita ini didapat dari salah satu dosen Ekonomi yang berdomisili di daerah sekitar Cengkeh...
Pertama, tentang prinsip hidup yang menjadi pegangan kita. Di dunia ini, menjadi benar dan baik, sekarang seolah 'salah'. Entahlah, manusia memang aneh sekarang.. Hasil diskusi ini, terkait dengan 'insiden' FE-FT Unila beberapa waktu yang lalu. Menjadi orang yang sabar, ternyata gak selamanya enak dan menyenangkan.. Pada beberapa momen, orang yang sabar ditunjuk hidungnya sebagai orang yang takut. Menjadi orang yang Jujur, juga begitu.. Mereka yang berlaku jujur, akan dicap blo'on alias bodoh..
Tapi, ini merupakan realita dan pilihan hidup. Masih inget dengan posting 'tilang, sidang dan tawar menawar, (http://chroeyxp.blogspot.com/2007/09/tilang-sidang-dan-tawar-menawar.html). Sekali lagi, menurut saya.. lantunan doa harapan 'Ihdinash shirathal mustaqiim" (tunjukilah kami jalan yang lurus) yang sering kita ucapkan... pada praktiknya tidak sesederhana itu. Pada setiap kesempatan, selalu Allah bentangkan 2 pilihan untuk manusia pilih. Baik dan buruk. Tapi, saat manusia memilih pilihan yang buruk, maka sebenernya inipun menunjukkan inkonsistensi atas keinginan dan perbuatan. Alih-alih berharap mendapatkan yang baik, tapi kenyataannya.. selalu saja memilih yang 'kurang' baik (baca: buruk)..
Jadi, jangan salahkan kalau kemudian Allah pun, kadang enggan menunjukkan ... ini loh jalan yang bener dan baek, kalo kamu mau masuk sorga... Gitu kira-kira..
Jadi, kadang doa sapu jagat (Rabbana atiina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah ..dst) pun sebenernya tidak lebih dari sejauh mana kita konsisten untuk mau dapet kebaikan
Gimana bro' n sist'... masih cuma pengen doang... tapi prakteknya noolll.. udah deh.. sayang idup kita kan cuma sekali.. kudu baek-baek ngabisin sisa kredit yang tiap detiknya diambil.. :D
So... Kalo aja ini sudah dipahami... Menjadi orang baik, jujur, sabar... wahh.. enak banget rasanya.. tapi.. walau bagaimanapun.. biarin aja deh kucing mengeong atau kambing meng'embek.. kafilah tetap berlalu.. Gak kan rugi loh, kalo kita dicap blo'on ataupun penakut sekalipun.. Karena pada dasarnya, saat kita gak ridho' ucapan yang ditujukan kekita itu karena konsisten dengan nilai yang kita pegang.. Maka jangan khawatir, sesungguhnya kita sedang menabung ketulan-ketulan pahala dari orang-orang yang ngomongin kita tadi..
Pada prinsipnya.. Selama yang kita bela Allah dan RasulNya. There is nothing to worry. Marahlah karena Allah dan Mencintailah kerana Allah.. Indahkan hidup...
Ini juga, perlu kita pahami mendalam karena inipun juga sudah dikasih rambu-rambunya dalam Al-Quran. Ketiga rambu itu, Tawashaw bil haqq, Tawashaw bish shobr, Tawashaw bil marhamah. Saling menasehati dalam kebenaran, saling menasehati dalam (dengan) kesabaran, dan Saling menasehati dalam (dengan) kasih sayang. Kalimat Bi pada setiap rambu-rambu ini, harus dibaca dalam arti sesungguhnya yaitu dengan di dalamnya terdapat. Jadi, sebenernya kata Ibnul Qayiim.. Seandainya, manusia memahami saja 1
Yukk... kita budaya hidup yang bener dan baik... sambil saling menasehati diantara sesama...
Oke... Hidup mahasiswa.. Hidup rakyat
Mari Mencintai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar