Sabtu, 29 September 2007

Bulan yang memerah malam tadi...

Sudah lima malam terakhir, kulihat rembulan bersinar secara mandiri... sendiri. Tidak seperti biasanya. Ya... malam-malamnya kini.. selalu sendiri, tidak ada iring-iringan awan yang berarak sambil memberikan semangatnya kepada sang bulan untuk terus berjalan mengarungi malam-malamnya, seperti biasanya.

Sudah lima malam terakhir pula, rembulan tidak lagi bersanding dengan keramaian bintang-bintang yang asyik bercengkrama. Memang terdapat beberapa rombongan bintang terlihat berkumpul.. Tapi, mereka tampak enggan untuk menyapa sang bulan.

Hanya sesekali kulihat, beberapa makhluk yang berani untuk menyapanya. Ada satu-dua ekor kodok yang bersenandung mencoba memuji sang bulan, mungkin dikira bulan bisa dimintai hujan pikir mereka. Terkadang juga, ada codot iseng untuk mencoba menakut-nakuti dengan sesekali terbang menikam menukik ke arah sang bulan. Juga ada, sang angin yang setiap hari-nya bersama-sama awan, kini, lumayan sering menyapu lembut sang bulan... meski dia tidak membawa temannya 'sang awan'...

Entahlah, terjadi sesuatu diatas sana. Tiap-tiap mereka enggan bersapa dengan sang bulan.

Angin sempat punya berita, sang bulan terlalu angkuh.. atau terlalu ego diantara keheningan malam yang lewat. Sehingga... kini, tiada yang benar-benar ingin berteman dengan bulan. Semua tampak palsu. Basa-basi yang terlontar persis seperti gaya bicara politisi yang menyebarkan omongan kosong yang bau.

Kini, para awan enggan bersapa dan beriringan jalan. Bosan, mungkin. Atau mungkin merasa sudah habis bahan pembicaraan, termasuk bicara wanita, cinta dan alam gaib. Semua sudah habis dibahas..

Entahlah, tapi malam ini sang bulan tampak memerah sinarnya. Mungkin dia bersedih. Atau mungkin dia, malu. Yang jelas, tidak seperti malam2 sebelumnya. Hingganya, seluruh benda yang disinarinya malam itu, ikut-ikutan merah.

Adakah yang tau jawaban tentang kenapa cahaya sang bulan malam ini yang memudar??
Adakah yang mau mencoba bertanya kepada sang bulan, tentang keangkuhannya??
Adakah yang ingin sedikit berbagi cerita tentang indahnya perjalanan malam esok dalam bingkai bukan kebohongan bersama sang bulan??

Sang bulan, kehilangan cahaya malam ini.. Mungkin esok malam, juga. Atau jangan-jangan untuk selama-lamanya.

******--******
Kemarin malam, sang bulan ingkar dari konferensi satelit-satelit tata surya berkala. Tak ada laporan mengenai alasan yang sampai kepada tetua Matahari. Sang bulan, tidak diketahui keberadaannya..

Kali ini, sang bulan benar-benar hilang dari pandangan sekitarnya.
Entahlah, akankah sang bulan akan kembali bersenyum dan ramah sinarnya..
Bersama sama berjalan menyebarkan cahaya lembutnya untuk semua. Secara bersama-sama, berbagi atas kebahagiaan.

Tiada yang tahu dimana sang bulan berada??
*******-*******

Tidak ada komentar:

dari mana aja sih yang baca nih blogg??

Dengerin Album Jikustik - Siang