Minggu, 16 September 2007

Tolong... Virus merah jambu menyerang...

Alaikumussalam WarrahmatuLllahi wabarakatuh..


||Kutipan Started ||
Bukan cinta namanya jika mudah dimengerti dan terlalu rasional. Cinta memang harus irrasional. Sebab cinta bukan ruang kerja akal, tapi hati dan emosi. Cinta memberi efek pada tawa, tangis dan takut, bagimanapun bentuk emosi tersebut.

Dia, masuk dalam nominasiku. Tapi hmm… maaf… benar-benar sulit dijelaskan. Intinya, akhwat yang satu ini terlalu misterius, bagiku. Aku harus hati-hati sekali melangkah untuk mengambil dia. Aku harus menghargai seorang teman dekatku, yang kabarnya ingin juga mengambil dia. Azzamku untuk menggenapkan dien memang sudah tinggi, tapi pencapaiannya harus tanpa merampas mimpi seorang sahabat. Biar bagaimanapun, cinta akan lebih indah bila kita berani berkorban, dan tidak berhasrat memiliki.

Di taman ini, bunga mawar tidak hanya ada satu. || Kutipan Ended|| Caesar blog... somewhere..


Yupp.. satu kisah di atas saya rasa cukup mewakili keterhadiran Virus Merah Jambu mungkin juga Virus Merah Maroon di kalangan aktivis... Entahlah.. Virus yang sebenernya menurut saya pribadi, adalah virus yang lebih mematikan dari virus flu burung yang katanya sekarang sedang merebak..

Sangat berbahaya, Karena virus ini tidak membunuh sesesorang secara fisik, namun ia menghancurkan sebuah amal kebaikan serta mengkibatkan kehancuran dan kekalahan lantaran kemaksiatan yang dilakukan oleh mereka yang mengaku penyeru kebaikan.

Seperti halnya pesan dari khalifah Umar kapada para prajuritnya sebelum berperang bahwa sebenarnya yang ia takutkan bukanlah jumlah musuh yang banyak, persenjataan musuh yang lebih lengkap, atau jumlah kaum mukmin yang lebih sedikit dengan persenjataan yang lebih minim pula, namun yang ia takutkan adalah kemaksiatan yang kita lakukan. Terlebih, Mengingat perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan menegakkan dien Islam, memperjuangkan agama Allah, yang kemenangan itu amat sangat ditentukan oleh pertolongan Allah, dan pertolongan Allah itu akan muncul apabila kita dekat denganNya. Kalau kita banyak bermaksiat kepada Allah, maka bagaimana mungkin kita dekat dengan Allah? Kalau kita jauh dari Allah, bagaimana mungkin pertolongan itu bisa datang kepada kita? Apalagi Allah telah memberi peringatan kepada orang-orang yang tidak melaksanakan apa yang ia katakan dengan adzabNya yang luar biasa.

Entah kenapa juga, ternyata kenyataan yang berada disekitar saya hari ini membuat saya harus mendefinisi ulang kehadiran virus merah jambu yang sedang sibuk berkeliaran..

Cukup sedih, karena tidak sedikit rekan ataupun mungkin diri ini (juga) ikut permisif mengembangbiakkan virus itu... Sedih, jika harus melihat sekeliling.. dimana-mana berlalu terlihat semerbak dunia merah jambu.. Entahlah siapa yang salah... Ikhwannya kah?? Atau jangan-jangan Akhwatnya?? apa mungkin juga setan yang punya provokasi??

Mau lihat contoh dekandensi arti perjuangan para aktivis.. Dahulu, saat saya masih sangat belum mengenal arti ke-aktivis-an.. Pernah terjadi sebuah rumor hubungan persahabatan 3 orang sahabat yang ditengarai berbau merah jambu.. 2 orang ikhwan ditambah 1 orang akhwat.. Bukan saja timbul desas-desus.. Dahulu terjadi kegemparan akibat pemberitaan itu (entah bener gak ya ada VMJ nya, tapi sepertinya menurut saya sih enggak, penulis).. Dan masa inkubasi penetralan berita pun dilakukan cukup lama, sang ikhwan yang dituduh terlibat sempat menghilang selama 2 bulan dari aktivitas shalat fardhu jamaah di Mushala At-Tarbiyah.. Denger-denger berita, dia shalatnya di Masjid Fakultas Hukum... begitu pun akhwatnya... sedikit jarang terlihat saat itu..

Tapi Sekarang!! Lihatlah, bagaimana hubungan komunikasi yang begitu cair diantara aktivis berbeda jenis kelamin.. Lihat juga, betapa mereka tidak mempermasalahkan adab dalam berinteraksi di ruangan tertutup, terlebih pada area terbuka tanpa hijab.. Lihatlah.. bagaimana mereka pun hari ini, ternyata jauh lebih permisif melihat dan mendengar kondisi yang terjadi dengan para saudara-saudari mereka... Entah kenapa??

Beberapa hari yang lalu, seorang saudara bercerita tentang akhwat yang mengajukan dirinya untuk dilamar... Dan hubungan keadaan menjadi semakin rumit... Pada akhirnya, entah pilihan mana yang akan dia pilih.. yang pertama, kedua atau yang ketiga... Ada tiga jalur alternatif, Pertama jalur pernikahan ala PNS; kedua (full) wiraswasta; dan yang terakhir sedikit pertengahan keduanya, BUMN. Sekarang saya gak paham dimana beliau berada.. Entah memilih untuk terasing atau memang menjadi terasing dengan sendirinya... (Tarik nafas...) Ya Rabbi, ampuni hambamu yang lalai menjaga saudaraku ini... Ya Rabbi, janganlah kau palingkan kami setelah kami mendapat cahaya terang petunjukMu.. Sedih sekali rasanya hati ini..

Mengapa?? Mengapa sampai ada percikan percikan perasaan terlarang yang dapat membakar habis amalan-amalan kami ini... Mengapa?? Mengapa tidak ada satupun yang kemudian tanggap dan kemudian melakukan proses perbaikan... Ya Rabbi, hambaMu ini telah lalai... Rabbi, ighfirli min khataya.. Rabbi, unshur ikhwati min hadzal bala' ya rabb.. La haula illa minka.. Tsabit aqdamana fi hadzihil da'watak.. fi hadzihil sabilik.. Tsabit ya Allah.. la quwwata illa minka.. ya Rabb...

Ya Allah, Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihiMu, bertemu untuk mematuhi (perintah)Mu, bersatu memikul beban dakwahMu, hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syari’atMu, maka eratkanlah ya Allah akan ikatannya. Kekalkanlah kemesraan antara hati-hati ini. Tunjuklah kepada hati-hati ini akan jalanNya (yang sebenar). Penuhkanlah (piala) hati ini dengan cahaya Rabbani Mu yang tidak kunjung malap. Lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan iman/keyakinan dan keindahan tawakkal kepadaMu. Hidup suburkan hati-hati ini dengan ma’rifat (pengetahuan sebenar) tentangMu…… (Jika Engkau mentaqdirkan mati) maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agamaMu. Engkaulah sebaik-baik Sandaran dan sebaik-baik Penolong.

Ya Allah, Perkenankanlah permintaan ini. (Do'a Rabithah.. para aktivis..) banyak2 baca ya..

ya Rabb... Semoga Kau tentramkan hati kami dengan setentramnya keindahan syariatMu.. Bukan dengan menyangka indahnya kemaksiatan kepadaMu.. Amin...

Teruntuk para saudaraku... saudariku juga...
Ayo tarbiyahnya benerin lagi... Gak wajib ikut Liqo' lagi kok.. Saya aja gak ikut liqo', cuma... Hahaha..
Terus... Ikutan masuk (lagi) dunia jihad ya... bergabung dalam barisan Mujahid dan Mujahid yang punya slogan 'Isy Kariman au Muts Syahidan... Remember, cuma karena Dia kita hidup, cuma untuk Dia pulalah kita berjuang...
(Takbiru... Allahu Akbar!!)




3 komentar:

Anonim mengatakan...

hehehe....,
rio sekarang sudah mulai berinteraksi dengan "komunitas orang2 menikah" di bawah masjid Al-wasi'i. semoga komunitas barunya ini bisa semakin menyemangati untuk dapat bergabung dengan komunitas ini.

virus merah jambunya jangan dimatikan, tapi difasilitasi dengan terus bersemangat masarkan KOPI RADIX dan produk HPA lainnya. hehehe...

nb : tapi si "DIA" bukan di klinik juga khan yo ?

Opa mengatakan...

Bismillah...
dulu waktu SMA, guru IPA pernah bilang,bahwa virus itu ga bisa dimatikan.ada 2 cara utk membuat mereka lemah atau tidur.dipanaskan di suhu yang sangat tinggi atau didinginkan dalam suhu yang sangat dingin(diksristalkan). tapi kita bukan sedang membicarakn virus itu.ana sepakat,viris merah jambu lebh berbahaya.berbahaya buat amalan2 kita. ckckck...niat adalah hal yang pertama dan utama yang dirusak oleh virus ini.niat juga yg jadi ujung tombak semua amalan kita.ga ada nilainya di mata Allah sepanjang2 apapun amalan kita, kalo niatnya ga lurus karena-Nya. tapi tenang,1400 thn lalu Rosulullah sudah kasih kita resep penawarnya koq.ada beberapa doa tentang meluruskan niat.ana juga sudah coba terapkan secara rutin.note-nya jgn buru2 ingin lihat hasilnya.semua butuh proses.gmn juga kita cuma manusia biasa yang mencoba menjadi takwa (mengutip dari mana ya kata2 ini...?)percayalah,bahwa pada masa2 seperti itu juga Allah ada bersama kita.satu lagi yang penting, jangan putus asa utk membasmi virus ini.jatuh bangun itu biasa, sah-sah saja, tapi ya jgn keterusan men-tolerir.intinya kita istiqomah utk hal ini,syetan aja 'istiqomah' menggelincirkan iman kita, kita juga donk jgn mau kalah, emang siapa dia!! (lho?!)
ya gitu deh kira2, komentar ana.buat semua ikhwah yang membaca,jgn cuma dijadikan ke-prihatin-an saja.butuh action yang reall dari kita semua untuk memusnahkan lumat2 virus yang menempel di jalan dakwah ini.kita sama-sama ya...

Yo, tulisannya bagus. sering2 aja ya...

Anonim mengatakan...

No Comment...

Ikhwan-Akhwat juga manusia... Punya naluriah... Manusiawi sekali...
Adakah yang salah

dari mana aja sih yang baca nih blogg??

Dengerin Album Jikustik - Siang