Rabu, 26 September 2007

Pusing... puising... pusiiinngg....

Waaa....
Mata terasa berputar tiada henti, semua bergoyang.. Gempa... mungkin juga iya...
Kuping terasa panas menyimak, suaranya bagai deru angin menyisir pohon... kencaangg..
Lidah berasa kelu, ujungnya bercabang dua seperti ular, tapi kedua ujungnya kini terikat dengan gaya ikat sepatu... tidak indah, selayaknya pita si cantik yang berias.
Entahpun kaki berpikir... bumi enggan disinggahi, meski sesaat...

Entah kenapa...

Tangan terhenti pada tiap kata di Papan kunci, mencoba merangkai atau sekedar menerka apa yang hendak dikata oleh sang hati... Tentang apa...

Semua terasa.. berputar... persis gasing anak-anak modern yang tidak butuh hentakan awal.
Sebenernya... kaki... tangan... hati... semuanya... semua terasa mati... tak terkendali...

Tadi, rabu siang, ada rapat.. di wasi'i... tapi... semua berceloteh... persis lebah yang berkumpul di sarang, berdiskusi tentang masa depan mereka...
Tapi... saya nggak sedikitpun paham apa yang mereka bahas..... Nggak ngeh... apa yang mereka bicarakan...

Semua begitu berbeda... terasa...
Semua begitu terasa... berbeda...
semua terasa begitu... berbedaa.
semua berbeda begitu...terasaa..
haa...gghh.....


Enyah......... Jangan ganggu... aku........
Semua sudah terasa complicated...
semua terasa memuakkan....
terasa membosankan.....

Ada yang punya solusi????
Kamu mungkin....

Hmmm....
Kayaknya nggak deh... Soalnya kamupun belum tentu bebas masalah...
Karena ternyata kita sama-sama bermasalah...

Kalau gitu...
HiduP MASALAH....
HIDUP KEHIDUPAN...
HIDUP FATAMORGANA....


Akankah kau masih akan berkata...
kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua... (fren...)
kecuali dalam Cinta
(Sebuah tanya - Soe Hok Gie )

Tidak ada komentar:

dari mana aja sih yang baca nih blogg??

Dengerin Album Jikustik - Siang