Jumat, 21 September 2007

Pengalaman Tarawih keliling...

Assalamualaikum...

Wah.. tanpa terasa sekarang sudah tanggal 9 Ramadhan.. Artinya sudah 9 hari 9 malem kita didekap oleh bulan yang ramah lagi baik ini.

awalnya, banyak banget pengen meng-agendakan kegiatan-kegiatan. Salah satunya, sempet kepikiran untuk ikutan Tarawih di salah satu masjid aja, selama bulan ramadhan.. Tapi ternyata, kalau dirasa-rasa agak kurang enak... Jadi kemaren diputuskan untuk melakukan hal yang mungkin dirasa kurang lazim.. Yupp..

karena dengan silahturahim.. terus banyak temen, banyak rezeki dan panjang umur..

Kelilling tarawih... dari satu masjid ke masjid laen.. Ada banyak dinamika dan keragaman yang membuat diri kita bisa lebih bijak dalam menentukan sikap dan pilihan. Ada banyak corak yang ada di luar sana, di dunia yang mungkin kita satu bagian diantaranya... Di setiap tempat, di setiap masjid, terdapat kebiasaan dan perasaan yang berbeda...

Ada bahagianya juga, banyak belajar tentang hidup... Hidup itu cuma akan berarti dan akan terukur atas apa manfaat yang dirasakan oleh orang sekelilingnya.. Lebih dari itu, tidak ada. Saat kita ingin berarti terhadap lingkungan... sudahkah kita sadar, telahkah kita menjadi bagian yang sangat akrab bagi mereka... sudahkah silahturahim itu dijalin...

Kok.. nulisnya jadi gini ya.. sok philsophis... Tapi, terserah mau nyikapin gimana...
Cobalah untuk merasa keberadaan mereka yang ada Tanjungkarang, Kedaton, sukarame, rajabasa, kemiling.. Bagaimana mereka berjuang...

Oo..iya, ada beberapa catatan... saat tarawih di Masjid (duh lupa namanya) yang berada di samping poltabes Bandarlampung.. disitu banyak jamaah (entahlah mereka penduduk asli, atau sekedar mampir tarawih juga) kehilangan kasut alias sendalnya... trus di Masjid (lupa juga namanya) di daerah Nissan Kedaton (teknokrat dsk).. Ada perilaku gimana gitu... terus di masjid daerah kemiling, ada juga yang ngelakuin shalat jamaah lagi setelah jamaah yang lain membubarkan diri.. Entahlah itu shalat apa ya... Lupa untuk menanyakan...

Tapi, itulah realitas masyarakat kita... di satu sisi, terdapat orang-orang yang taklid buta atas ajaran para sesepuh mereka hingga alasan mereka berbuat pun tidak paham. sisi satu yang lain, ada juga orang-orang yang mirip seperti anak TK baru diajarkan tentang berwudhu oleh gurunya.. kemudian menemukan ayahnya dirumah berwudhu tidak dimulai dari tangan (tetapi langsung kemuka)... kemudian menyalahkan (setidaknya beranggapan) sang ayah telah salah. Disisi berbeda ada juga, orang yang kemudian melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan dengan amat bergantung pertimbangan pemikiran mereka... Tentu berbeda pula dengan orang-orang yang bahkan juga tidak mau sedikitpun berpikir tentang 'The Next World"...

Entahlah... Mungkin memang benar, jalan 'seru' ini jalan panjang tak kenal usai. Pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba. Semoga kita dalam melihat keadaan yang tidaklah kemudian merasa putus asa melihat realita keadaan yang ada. Amin..

Ups.. ada satu hal terlewat...
ternyata baru rio sadarin, hich...hich... rio belum pernah buka puasa bareng keluarga dirumah... satu kali pun juga belum... sedihnya... Kapan ya.. buka puasa bareng orang-orang dirumah... Home, I missed you in all time..

Tidak ada komentar:

dari mana aja sih yang baca nih blogg??

Dengerin Album Jikustik - Siang